Hello :)
Setelah vakum hampir setahun, akhirnya balik lagi nyentuh blog ini. Karena kali ini aku ada topik menarik mengenai pengalamanku membuat visa kunjungan ke Jerman. Jadi sebelum memori ini memudar (ceileee) alangkah baiknya jika aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Singkat cerita, setahun yang lalu pacarku sudah datang mengunjungi aku di Semarang, jadi sekarang giliranku untuk mengunjunginya. Pada bulan Maret 2017, perjuangan dimulai. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat Verpflichtungserklarung (surat jaminan dari si pengundang kalau dia menjamin kita selama berada di Jerman). Syarat-syarat visa ini sebenarnya tidak begitu ribet, asal kita melengkapi detail semua yang diminta pada halaman website kedubes Jerman insya Allah beres kok. Jangan berpatokan 100% pada kata-kata orang atau blog-blog yang beredar di internet, termasuk blog yang aku tulis ini. Tujuan aku disini hanya sharing pengalaman aja. Untuk patokannya kembali kepada website kedubes, karena terkadang website kedubes mengalami pembaharuan dalam persyaratan visa. Seperti kemarin yang aku alami, di blog sana-sini tertulis kalau harus mengunduh lembar perjalanan, namun aku tak menemukan file ini pada website kedubes. Akhirnya aku unduh dari salah satu blog di internet dan aku isi manual. Namun sesampainya di depan petugas, lembar perjalanan ini dibalikin. Jadi intinya ikutilah apa yang tertera di website resmi kedutaan ya, kalau mereka nggak meminta atau nggak nyantumin lembar perjalanan ya berarti syarat ini sudah tidak digunakan lagi. Oh iya, dibandingin interview visa, aku lebih deg deg an pas nunggu pengumuman visa di approve apa enggak hehe. So, aku jabarkan syarat-syaratnya langsung dibawah ini ya:
1. Formulir Visa
Silahkan isi formulir dengan sebenar-benarnya. Pada bagian yang tidak perlu dijawab, dikosongi dan lewati saja. Apabila masih ragu, bisa di save dulu. Tidak perlu di print langsung. Kalau mengenai pengisian formulir secara manual, aku tidak begitu tahu dengan jelasnya. Kemungkinan akan berbeda. Dari blog-blog lain yang saya baca apabila menggunakan formulir manual yang ditulis tangan, tidak boleh ada bagian yang dikosongi. Daripada ribet nulis-nulis segala, mending aku saranin pakai online aja. Lebih praktis. Apabila sudah mantap, barulah diprint dan ditandatangani. Kemarin aku tanda tangan formulir dari rumah, tidak didepan petugas.
2. Asuransi Perjalanan
Syarat ini mutlak adanya. Asuransi perjalanan tidak harus menggunakan asuransi yang ditunjuk pihak kedutaan. Maksudku disini, semua asuransi yang dibeli oleh si pengundang di Jerman, asal memenuhi syarat yang diminta pihak kedubes, pasti diterima. Awalnya aku survey harga asuransi untuk 60 hari dengan beberapa pihak asuransi, namun hasilnya mahal sekali, lebih dari 100 euro. Akhirnya aku menyerah dan menghubungi mas pacar buat diskusi, enaknya gimana. Eh akhirnya kemarin aku dibeliin sama dia dari Jerman sana, awalnya dia membuat kesalahan dengan membuat asuransi yang hanya mengcover batas maksimal 30.000 euro. Untung belum dibayar, akhirnya bikin lagi yang baru yang mengcover hingga 50.000 euro. Asuransi ini lumayan murah dibandingin dengan yang ada di daftar asuransi yang ditunjuk oleh kedubes. Untuk stay 60 hari disana, harganya 60 an euro. Nama asuransinya "Hanse Merkur", silahkan bisa dicoba pakai asuransi ini jika ingin berhemat seperti saya :) hehe
3. Bukti Booking Tiket PP Indonesia-Jerman
Hanya bukti booking aja ya, tidak perlu dibayar terlebih dahulu. Pertanyaannya, maskapai apa yang menyediakan booking tiket tidak langsung bayar? Aku pakai Thai Airways. Tinggal masuk ke website resminya aja terus booking, harap pengisian tanggal berangkat dan tanggal pulang disamakan dengan dokumen yang lainnya. Agar meyakinkan kalau kita bakal balik tepat waktu dan tidak plin plan, Dengan Thai Airways kita diberi waktu 72 jam untuk menyelesaikan pembayaran, Jadi, semisal hari Kamis janjian dengan kedubes, usahakan booking tiketnya pada hari Rabu. Semisal pas kita apply visa dan pihak kedubes ingin mengecek bookingan tiketnya, kita tidak perlu was-was karena bookingan masih aktif. Ada drama dibalik tiket ini, awalnya aku memilih hari keberangkatan karena tergiur dengan promo Thai Airways yang hanya dengan Rp 7.500.000 sudah dapet tiket PP ke Jerman. Karena gak berani beli dulu takut kalau visa gak di approve akhirnya cuma bisa memandangi aja. Eh ga taunya setelah visa di approve, yah tiketnya udah naik 2x lipat dari harga promo. :( Tapi mau gimana lagi.....tetap berangkatlah wkwk
4. Vepflichtungserklarung
Apa itu? Verpflichtungserklarung adalah surat jaminan dari si pengundang bahwa dia akan menjamin hidup kita selama di Jerman. Bagaimana cara mendapatkan surat ini? Nah yang ini agak ribet dikit. Si pengundang harus ke Rathaus (mungkin kalau disini kayak kecamatan kali ya hehe). Untuk membuat surat ini, si pengundang memerlukan slip gaji terbaru selama 3 bulan dan copy dokumen yang diundang (paspor). Dan membayar uang sebesar 25 euro. Kemarin pacarku salah nulis bulan lahirku, aku takut sekali. Soalnya kedubes Jerman kan terkenal paling teliti. Akhirnya aku email ke bagian visa, dan kata mereka its ok. Lega deh. Saranku kalau mau bikin Verpflichtungserklarung ini, harus jauh jauh hari sebelum ngajuin visa ya. Pacarku bikin pada 8 Maret 2017, dan baru nyampe sini pertengahan April. Lama banget, meski udah dikirim pakai layanan pos terdaftar. Kalau dipikir pikir, ngirim kartu ucapan dengan 90 sen (kira kira 12rb rupiah) nyampainya sama dengan ngirim pake pos terdaftar seharga 10 euro. Sama-sama sebulan lebih. Tapi ga papalah, demi cinta wkwk. Oh iya jangan lupa di copy ya, soalnya didepan petugas nanti yang diminta hanya copy an nya aja, tapi harus nunjukin yang aslinya.
5. Surat Undangan dari Pengundang
Surat ini kita bisa bikin sendiri, bisa dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Jerman. Aku bikin sendiri dengan bantuan google sana-sini lalu setelah aku isi lengkap dataku dan data pacarku, aku kirim file nya lewat email ke pacarku. Minta dia print dan tanda tanganin, lalu di scan dan kirim balik ke kita. Cukup print file yang sudah di scan aja, enggak perlu file asli kayak Verpflichtungserklarung. Dalam surat ini, harus tercantum data diri si pengundang dan yang diundang, serta dijelaskan bahwa pengundang akan menanggung kebutuhan kita selama di Jerman meliputi tiket, makan, dan biaya lain-lain.
6. Surat Keterangan Kerja
Jika kalian sudah bekerja, maka surat ini wajib ya. Aku hanya bekerja sebagai karyawan biasa, bukan kantoran. Dengan gaji yang tidak banyak, tapi aku tetap mencantumkan surat keterangan kerja. Dan jangan lupa ditulis kapan kalian akan balik kerja lagi. Agar lebih meyakinkan kalau kita gak nyari kerja dan menetap di Jerman. Pengalamanku kemarin, pada bagian tanggal kembali bekerja digaris bawahi oleh petugas. Cantumkan juga berapa gaji yang kalian peroleh dan sejak kapan kalian bekerja disana. Untung Alhamdulillah kemarin pihak kedubes enggak menelpon bosku hehe. Berarti mereka sudah yakin kalau disini aku punya pekerjaan dan bakal balik lagi. Satu lagi, ada baiknya pakai stempel ya. Jangan cuma tanda tangan aja.
7. Surat Izin Orang Tua
Sama halnya dengan surat keterangan kerja, surat ini isinya menyatakan kalau orang tua mengizinkan kita untuk pergi ke Jerman, dengan keseluruhan biaya ditanggung oleh pengundang, serta pastinya harus cantumkan kapan kembali lagi ke Indonesia. Lalu tanda tangan oleh orang tua dengan materai 6000.
8. Surat Referensi Bank dan Rekening Koran Selama 3 bulan
Nah dari sekian banyak syarat pembuatan visa, ini nih yang dramanya gak habis habis. Awalnya aku datang ke kantor cabang BNI Syariah kotaku, eh setelah antri 2 jam, yang aku dapatkan jawaban yang gak mengenakan. Mbaknya CS malah bilang aku disuruh buat sendiri, terus besok dibawa kesana lagi buat minta tanda tangan atasannya. Dan ini gak bisa jadi dalam satu hari. Pada hari itu, yang aku dapatkan hanya rekening koran aja selama 3 bulan, satu lembarnya 2000 perak. Ada 3 lembar jadi 6000 perak. Hari berikutnya setelah melewati antrian 2,5 jam akhirnya aku disambut dengan CS yang berbeda dengan yang kemarin. Mbak CS yang satu ini agak ramah, aku utarakan maksud kedatanganku yang katanya aku harus bikin Surat Referensi Bank (SKB) sendiri. Nah dari sinilah drama semakin memanas.....si mbak bilang, kalau tidak perlu buat sendiri, yang pertama dilakukan adalah mengisi form permohonan. Yah sia sia dong aku bikin. Hufh.....ok kalau gitu, masih kata mbak CS, jadinya ntar agak lama ...pas aku tanya sampai seminggu gak? Dia jawabnya enggak, cuma 2-3 hari aja. Dan akan dikenakan biaya Rp 150.000 yang akan terpotong otomatis dari tabungan. Dia bilang nanti kalau udah jadi aku bakal dihubungi. Karena aku datang itu pada hari Jumat, jadi perkiraanku akan jadi kalau gak selasa ya rabu. Aku tunggu sampai hari Kamis gak ada kabar sama sekali, akhirnya aku putuskan untuk telpon. Aku minta tolong di cek in udah jadi apa belum, eh mbak mbak yang ngangkat telepon bilang dia mau konfirmasi sama CS nya dulu, nanti ditelpon balik. Sampai siang enggak ada kabar lagi....aku langusung deh komen dan inbox di page resminya BNI Syariah pusat Jakarta di facebook. Dan alhamdulillah dibantu, selang sejam kemudian aku ditelpon katanya udah jadi dari kemarin kemarin tapi nomer teleponku dihubungi gak aktif. Dan seketika baru ada saldo kepotong, ternyata kena 250.000, gila. Pas ditelpon aku tanya kenapa 250,000 bukannya kemarin bilang cuma 150.000. Dan si CS jawabnya "karena pakai bahasa inggris mbak". Eh busyet. Gak sampai disitu, setelah dapat konfirmasi via telepon, beberapa menit kemudian BNI Syariah pusat menginbox aku di facebook, yang katanya menurut supervisornya, SKB udah jadi dari kemarin-kemarin tapi aku ga ada waktu buat ngambil. Oh my God...... you know what i was feeling lah. Setiap hari gue nunggu kabar lho. Ya udahlah buat pengalaman aja....yang penting udah kelar. Denger denger sih kalau bank lain cuma 100-150rb aja biayanya.
9. Copy Passpor dan ID Si Pengundang
Aku minta pacarku untuk scan Passpor dan ID Card (KTP) dia, lalu kirim via email dan aku print. Oh iya aku juga minta tolong dia buat scan bagian visa pas di Indonesia, biar memperkuat bukti kalau dia udah pernah kesini.
10. Passpor
Passporku masih perawan kemarin, takut sih. Harap-harap cemas, karena belum pernah ada pengalaman ke luar negeri. Kata blogger yang bertebaran di internet, usahain jangan perawan passpor nya. Namun Alhamdulillah lolos meski pasporku masih perawan hehe.
11. Copy Passpor
Sertakan foto copy passpor ya, 1 lembar aja. Tidak perlu fotocopy KTP. Tapi ga ada salahnya di sertain sekalian. Pengalamanku kemarin sih yang KTP dibalikin sama petugasnya.
12. Bukti Kalau Si Pengundang dan Kalian saling Mengenal
Dalam syarat ini, aku screenshoot chat history ku sama pacar setahun yang lalu, terus screenshoot chat history aku di grup family dia, foto kami berdua pas dia di Indonesia, sama screenshoot panggilan telepon. Aku jadiin satu lembar HVS.
13. Foto
Foto ini tidak bisa sembarangan foto. Ukuran 3,5cm x 4,5cm, dengan background abu-abu atau putih. Dan harus 80% ya. Saranku bikin fotonya di studio foto yang besar, jangan studio foto kecil. Kalau salah ntar repot, harus bikin janji ulang. Bisa dibaca detail syarat fotonya melalui website kedubes. Yang diperlukan 2 buah, satu tempel langsung di formulir visa dipojok kanan atas. Dan yang satu sertain aja bersama berkas-berkas lainnya.
14. Biaya Pembuatan Visa sebesar 60euro
Usahakan membayar dengan uang pas ya. Biaya pembuatan ini disesuaikan dengan nilai kurs euro pada hari itu.
15. Bukti Kalau Kita sudah Membuat Janji dengan Kedubes
Setelah syarat semua lengkap, tinggal masuk ke website kedubes untuk membuat janji. Pilih hari sesuai yang diinginkan. Setelah mendapat konfirmasi berupa email, print email tersebut dan harap dibawa ketika datang ke Kedubes. Apabila berhalangan hadir, ada baiknya beberapa hari sebelumnya membatalkan janji yang telah dibuat melalui link yang disertakan oleh pihak kedubes di email. Agar orang lain bisa menggunakannya. Ketika sampai di pintu gerbang, tunjukan bukti janji beserta paspor kepada satpam.
Nah itulah dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan. Setelah dokumenku siap semua, aku membuat janji pada pukul 11.00. Tapi aku datang 30 menit sebelumnya (harus lho) Aku berangkat dari kos temenku di Jaksel jam 9:30 dengan Go Car, tapi karena macet, setengah jam mobil yang kami tumpangi hanya mampu menempuh jarak beberapa puluh meter aja. Karena frustasi takut terlambat akhirnya kami turun ditu juga dan saat itu juga. Kami pun berpisah karena beralih naik gojek, dan aku duluan yang berangkat. Toh sampai disana cuma aku aja yang boleh masuk, temenku nunggu diluar. Untungnya bapak gojeknya baik banget, meski kami sama sama gak tau dimana lokasi kedubes Jerman, namun beliau rela berhenti di tengah jalan untuk tanya orang. Setelah itu aku turun ditikungan, ga tau namanya. Aku harus nyeberang dan ngelewati Hotel Mandarin dengan jalan kaki, nah Kedubes Jerman ada disebelahnya. Dari jauh aku melihat banyak kerumunan orang, feelingku langsung mengatakan ini nih kedubesnya wkwk. Sampai sana aku jam 10:37. Aku langsung disuruh masuk oleh satpam. Oh iya pengamanannya ketat banget. HP harus ditinggal di pos satpam dan dimatiin. Aku langsung naik ke lantai atas, setelah menunggu 40 menitan, akhirnya namaku dipanggil. Kalau pas disini telingan dibuka lebar lebar ya, soalnya speakernya gak keras kayak toa masjid wkwk. Aku aja ragu waktu namaku dipanggil, setelah dipanggil dua kali baru deh aku yakin hehe.
Petugas yang memeriksa dokumenku waktu itu cowok dan masih muda. Disampingnya ada bule muda juga, tapi dia gak banyak kata. Cuma duduk aja sambil ngelihat dokumenku. Nah si petugas cowok ini baik hati, aku suruh ngeluarin dokumennya aja, ntar dia pilihin dan urutin sendiri. Setelah membayar sebesar 60euro, petugas melakukan interview. Aku diminta untuk mengangkat telepon. Interviewnya sih sekitar:
- Mau ngapain ke Jerman?
- Kapan terakhir ketemu si Pengundang? Dimana?
- Berapa hari rencana disana?
- Ada rencana untuk menikah?
- Dulu awal kenal darimana?
- Nanti kalau udah balik Indonesia, bakal balik kerja ditempat dimana kamu kerja sekarang?
- Gajimu ditransfer masuk rekening?
- Udah sejak kapan kerja disana?
- Punya aset gak?
- Kok bisa cuti selama 2 bulan?
- Udah pernah belajar bahasa Jerman?
Cuma sekitaran itu sih pertanyaannya. Jawab aja sesuai faktanya. Dan jangan nervous. Waktu itu aku sama sekali gak nervous.....nervousnya pas mau ngambil visa wkwk.
Setelah interview selesai, kita bakal disodorin dokumen yang kita kumpulin lagi, diminta untuk mengecek lagi. Baru setelah beres semua, kita bakal dapet kuitansi yang digunakan untuk pengambilan visa. Pembuatan visa ini membutuhkan 5 hari kerja. Seminggu kemudian aku harus mengambil visanya ke kedubes lagi namun tidak perlu membuat janji lagi. Pengambilan pada jam 11-12 siang. Karena aku udah balik ke Semarang, akhirnya aku minta tolong temanku yang kerja di Jakarta untuk ngambilin. Diperlukan surat kuasa bermaterai 6000 dan copy KTP ya. Enggak lama katanya, cuma 15 menit udah selesai proses pengambilan. Aku yang posisi di Semarang dag dig dug der nunggu kabar dari temanku, eh temanku malah gak bisa dihubungi sampai hari menjelang sore. Aku BBM cuma di read aja, setelah aku jengkel, aku chat dia lagi sambil marah-marah. Eh ternyata dia ngerjain aku, pas dikirimin foto visaku wah bahagiaaaaaa dan legaaaaaaa banget :))) Akhirnya perjuanganku selama ini membuahkan hasil. Germany, I am coming!! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar